Menuju SOLO New URBANISM

keraton soloSeiringan dengan banyaknya menangani beberapa commercial project yang akhirnya senantiasa melakukan perjalanan ke Kota Solo sejak Tahun 2005, akhirnya kami mencoba mengulas dinamika perkembangan Pembangunan Kota Solo dari sisi perspektif konsultan perencana.
Tulisan ini bermaksud membahas tentang rencana beberapa Apartemen dalam kurun waktu yang hampir bersamaan di jantung Kota Solo ( Jl. Slamet Riyadi sampai ke arah bandara adi soemarmo ) yang mana dalam perspektif arsitektur kota ( urban design ) hadirnya bangunan apartemen merupakan suatu elemen penting karena akan berpengaruh terhadap kinerja kawasan yang mencakup harmonisasi design kawasan, keseimbangan lingkungan, integrasi pola kegiatan kawasan, dampak komunitas aspek budaya bermukim, dll.
Konotasi ketersediaan lahan kota dengan tuntutan kebutuhan hunian yang semakin meningkat menjadikan paradigma pembangunan berkelanjutan yang berkaitan erat dengan peran pemerintah kota yang dari sisi kemampuan mempunyai banyak keterbatasan, sehingga harus bersinergi dengan peran pihak swasta ( investor ), sementara pihak swasta lebih mengikuti dinamika pasar ( market ) dan prinsip ekonomi ( bep ).
Korelasi kebijakan membangun hunian vertikal merupakan pilihan yang tepat dibanding hunian horisontal ( landed house ), hanya harus diakomodir dengan kebijakan perencanaan kota seperti : kawasan yang bersifat komprehensive, linkage system, transportasi, aspek ekologik dll. Jika pembangunan apatemen ini sudah mewadahi serangkaian pratana tersebut maka kwalitas arsitektur kota masih dapat tetap terjaga.
Selama implementasinya terencana dan konsisten, adanya apartemen yang menghadirkan multi fungsi ( mixed used ), pola pedestrian yang tepat ( city walk ) dan berintegrasi dengan lingkungan maka SOLO sedang menuju ke era new urbanism.

One response to “Menuju SOLO New URBANISM”

  1. ajizabur says:

    Testing comment to your post.
    BTW
    Nice Info

Leave a Reply